Selasa, 26 November 2013

Tulisan 5, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 5, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Untuk tulisan kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman yang berbeda dari tulisan saya yang sebelumnya.
Mudik Lebaran
Tahun 2010, tepatnya pada waktu itu satu minggu sebelum hari raya idul fitri. Sudah menjadi tradisi apabila akan datangnya hari kemenangan di bulan ramadhan umat muslim yang ada di Indonesia, khususnya untuk para perantau mempersiapkan diri untuk pulang kampung setiap tahunnya atau yang lebih sering kita kenal dengan mudik lebaran.
            
            Mereka mempersiapkan diri dan berkemas untuk menemui sanak keluarganya di desa, ada yang menggunakan motor, mobil pribadi ataupun transportasi yang disediakan oleh perusahaan pelayanan jasa lainnya.
            
            Begitu pula dengan saya pribadi, saya pun ikut merayakan hari kemenangan tersebut walaupun semua keluarga saya berada di Jakarta. selain bertujuan untuk merayakan hari besar umat muslim sedunia bersama Kakek, Nenek dan keluarga besar lainnya. Saya berniat untuk mencari obat tradisional untuk orang tua laki-laki (Ayah), beliau merasakan nyeri pada pinggang bagian belakang yang sudah dirasakannya 2 bulan sebelum bulan ramadhan tiba.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 6, bahasa Indonesia 1


Wa’alaikumsalam. Wr.wb

Minggu, 24 November 2013

Tulisan 4, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 4, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 3, bahasa Indonesia1)
            
            Walaupun begitu, saya merasa senang dan selalu bersyukur karena saya mendapatkan pengalaman dan dunia baru dimana tidak semua orang bisa merasakan pengalaman dan dunia baru yang saya rasakan saat ini. Banyak orang diluar sana yang ingin merasakannya tetapi terhalang oleh masalah ekonomi yang dihadapinya.
            Awalnya memang terasa sangat berat untuk menjalaninya, dari dunia buruh dan harus kembali ke dunia pelajar. Tetapi saya selalu berusaha dan berjuang demi dan untuk masa depan yang lebih baik. Di sisi lain juga untuk membahagiakan dan mewujudkan impian kedua orangtua agar seluruh anaknya bisa terus sekolah hingga tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka.
            Beliaulah yang selama ini selalu menjadi acuan semangat dalam hidup saya, semangatnya dalam mencari nafkah demi keluarga selalu terlintas di dalam benak fikiran dan menghilangkan rasa malas dan rasa terbebani dalam menjalani semua ini.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :

Tulisan 5, bahasa Indonesia 1

Wasalamu'alaikum wr.wb

Tulisan 3, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 3, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 2, bahasa Indonesia1)
            
            Pada saat status saya masih sebagai seorang pekerja, setiap di akhir bulan saya selalu diberikan slip gaji dari atasan ditempat saya bekerja. Tetapi tidak untuk di akhir bulan ini, di akhir bulan ini saya merasakan adanya perbedaan.
            Seperti biasa pada saat saya menjadi seorang pekerja, di setiap akhir bulan saya selalu rutin mengunjungi salah satu ATM di dekat rumah untuk melihat saldo yang saya miliki dan menjumlahkan dengan saldo yang tertera pada slip gaji tersebut.
            Tapi untuk kali ini saya tidak melakukan hal tersebut dikarenakan status saya kini adalah seorang pelajar yang selalu meminta uang saku di setiap harinya.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 4, bahasa Indonesia 1


Wa’alaikumsalam. Wr.wb

Tulisan 2, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 2, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 1, bahasa Indonesia1)
           
             Awalnya, pada hari pertama kuliah saya merasa canggung dan malu. Saya merasa, saya lah yg memiliki usia paling tua diantara mereka yang berada di dalam kelas. Tapi setelah saling berkenalan ternyata ada beberapa mahasiswa baru tersebut yang memiliki usia diatas saya.
            Beberapa diantara kami memiliki usia pada saat itu 24 tahun, kami semua sangat menghormatinya (termasuk saya sendiri) walaupun kita adalah satu angkatan. Waktu terus berlalu, tak terasa satu bulan telah saya lewati. Kini bukan rasa canggung dan malu lagi yang harus saya hadapi.
            Yang harus saya hadapi kali ini adalah masalah keuangan, keuangan yang saya maksud disini bukanlah berapa nilai uang yg harus dibayarkan setiap semesternya. Akan tetapi nilai uang yg berada dalam saku saya, hehehe.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 3, bahasa Indonesia 1


Wa’alaikumsalam. Wr.wb

Tulisan 1, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 1, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Nama saya Nanda Setiawan, saya adalah anak pertama dari dari empat bersaudara. Status saya adalah seorang mahasiswa dari sebuah Universitas swasta di kota Bekasi, dan saat ini saya memasuki tingkat tiga semester lima.
            Waktu begitu cepat berlalu. Dahulu,  tepatnya dua tahun yang lalu status saya adalah seorang pekerja atau karyawan di sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang otomotif. Selama dua tahun saya bekerja di perusahaan tersebut hingga pada akhirnya saya harus keluar.
            Saya ingin mewujudkan impian yang selama ini berada di benak kedua orang tua, beliau menginginkan saya untuk menjadi seorang Sarjana, dengan penuh pertimbangan dan pemikiran yang matang pada akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah demi impian yang berada di benak beliau selama ini.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 2, bahasa Indonesia 1


Wa’alaikumsalam. Wr.wb

Jumat, 25 Oktober 2013

Analisa kesalahan pada sebuah tulisan

25 Oktober 2013
Tugas 2, Bahasa Indonesia 1                                                                                      
Menganalisa tulisan
Postingan sebelumnya
Sepak terjang Bahasa Indonesia di luar Negeri
Untuk tugas pertama di matakuliah bahasa Indonesia 1 ini saya akan membahas tentang Bagaimana sepak terjang bahasa Indonesia di luar Negeri, dan ternyata ada 45 Negara yang menggunakan bahasa Indonesia.
            Kini bahasa Indonesia sudah semakin maju perkembangannya di luar Negeri, minat orang Asing untuk belajar bahasa Indonesia harus disambut positif, demi membangun pengertian dan memperbaiki citra Negara Indonesia.
            Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Departemen luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX bahasa Indonesia, yang membahas bahasa Indonesia sebagai media Diplomasi dalam membangun citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta.
            “Saat ini ada 45 Negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada,Vietnam dan banyak Negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Negara Australia, Andri Hadi menjaelaskan, di Negara Australia ada bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.
            Untuk kepentingan Diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing teentang bahasa Indonesia, menurut dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses darimana saja dan kapan saja.
            Disamping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan  Indonesia di sejumlah Negara sangat membantu dan penting. Negara-negara gencar membangun pusat kebudayaannnya, seperti di Negara China yang dalam 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan terkendala anggaran sumber daya manusia yang andal.
            Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang politik Kebahasaan di Indonesia untuk membangun insan Indonesia yang cerdas kompetitif di atas fondasi peradaban Bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insane yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional maupun global.
            Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia dan bahasa Asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya. Dendy Sugono melukiskan, kebetuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan dan bahasa daerah. Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan dan bahasa Asing.
Komentar
Ternyata tanpa kita sadari banyak Negara yang menggunakan atau mempelajari bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya di Negara Australia hampir semua Sekolah Dasar (SD) banyak murid-murid yang sudah belajar berbahasa Indonesia bahkan sudah lancar dalam menggunakan atau berbicara bahasa Indonesia.
Kita sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki rasa bangga, karena bahasa Negara kita sudah dikenal bahkan di pelajari oleh Negara-negara maju. Menjaga kelestarian budaya dan bahasa adalah kewajiban bagi setiap warga Negara.
Sumber : Harian Kompas


25 Oktober 2013
Setelah dianalisa
Sepak terjang Bahasa Indonesia di luar Negeri
Untuk tugas pertama di matakuliah bahasa Indonesia 1 ini saya akan membahas tentang bagaimana sepak terjang bahasa Indonesia di luar negeri, dan ternyata ada 45 Negara yang menggunakan bahasa Indonesia.
            Kini bahasa Indonesia sudah semakin maju perkembangannya di luar negeri, minat orang Asing untuk belajar bahasa Indonesia harus disambut positif, demi membangun pengertian dan memperbaiki citra Negara Indonesia.
            Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Departemen luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX bahasa Indonesia, yang membahas bahasa Indonesia sebagai media diplomasi dalam membangun citra Indonesia di dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta.
            “Saat ini ada 45 Negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada,Vietnam dan banyak Negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Negara Australia, Andri Hadi menjaelaskan, di Negara Australia ada bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.
            Untuk kepentingan diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing teentang bahasa Indonesia, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses darimana saja dan kapan saja.
            Disamping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan  Indonesia di sejumlah Negara sangat membantu dan penting. Negara-negara gencar membangun pusat kebudayaannnya, seperti di Negara China yang dalam 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan terkendala anggaran sumber daya manusia yang andal.
            Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang politik kebahasaan di Indonesia untuk membangun insan Indonesia yang cerdas kompetitif di atas fondasi peradaban bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insan yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional maupun global.
            Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia dan bahasa Asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya. Dendy Sugono melukiskan, kebutuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan dan bahasa daerah. Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan dan bahasa Asing.
Komentar
Ternyata tanpa kita sadari banyak Negara yang menggunakan atau mempelajari bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya di Negara Australia hampir semua Sekolah Dasar (SD) banyak murid-murid yang sudah belajar berbahasa Indonesia bahkan sudah lancar dalam menggunakan atau berbicara bahasa Indonesia.
Kita sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki rasa bangga, karena bahasa Negara kita sudah dikenal bahkan di pelajari oleh Negara-negara maju. Menjaga kelestarian budaya dan bahasa adalah kewajiban bagi setiap warga Negara.

Sumber : Harian Kompas

Minggu, 06 Oktober 2013

Sepak terjang bahasa Indonesia di luar Negeri

01 Oktober 2013

Tugas 1, Bahasa Indonesia 1                    
Sepak terjang Bahasa Indonesia di luar Negeri

            Untuk tugas pertama di matakuliah bahasa Indonesia 1 ini saya akan membahas tentang Bagaimana sepak terjang bahasa Indonesia di luar Negeri, dan ternyata ada 45 Negara yang menggunakan bahasa Indonesia.
            Kini bahasa Indonesia sudah semakin maju perkembangannya di luar Negeri, minat orang Asing untuk belajar bahasa Indonesia harus disambut positif, demi membangun pengertian dan memperbaiki citra Negara Indonesia.
            Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Departemen luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX bahasa Indonesia, yang membahas bahasa Indonesia sebagai media Diplomasi dalam membangun citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta.
            “Saat ini ada 45 Negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada,Vietnam dan banyak Negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Negara Australia, Andri Hadi menjaelaskan, di Negara Australia ada bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.
            Untuk kepentingan Diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing teentang bahasa Indonesia, menurut dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses darimana saja dan kapan saja.
            Disamping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan  Indonesia di sejumlah Negara sangat membantu dan penting. Negara-negara gencar membangun pusat kebudayaannnya, seperti di Negara China yang dalam 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan terkendala anggaran sumber daya manusia yang andal.
            Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang politik Kebahasaan di Indonesia untuk membangun insan Indonesia yang cerdas kompetitif di atas fondasi peradaban Bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insane yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional maupun global.
            Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia dan bahasa Asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya. Dendy Sugono melukiskan, kebetuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan dan bahasa daerah. Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan dan bahasa Asing.


(sumber:  Harian Kompas)


Komentar
Ternyata tanpa kita sadari banyak Negara yang menggunakan atau mempelajari bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya di Negara Australia hampir semua Sekolah Dasar (SD) banyak murid-murid yang sudah belajar berbahasa Indonesia bahkan sudah lancar dalam menggunakan atau berbicara bahasa Indonesia.

Kita sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki rasa bangga, karena bahasa Negara kita sudah dikenal bahkan di pelajari oleh Negara-negara maju. Menjaga kelestarian budaya dan bahasa adalah kewajiban bagi setiap warga Negara.