Jumat, 25 Oktober 2013

Analisa kesalahan pada sebuah tulisan

25 Oktober 2013
Tugas 2, Bahasa Indonesia 1                                                                                      
Menganalisa tulisan
Postingan sebelumnya
Sepak terjang Bahasa Indonesia di luar Negeri
Untuk tugas pertama di matakuliah bahasa Indonesia 1 ini saya akan membahas tentang Bagaimana sepak terjang bahasa Indonesia di luar Negeri, dan ternyata ada 45 Negara yang menggunakan bahasa Indonesia.
            Kini bahasa Indonesia sudah semakin maju perkembangannya di luar Negeri, minat orang Asing untuk belajar bahasa Indonesia harus disambut positif, demi membangun pengertian dan memperbaiki citra Negara Indonesia.
            Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Departemen luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX bahasa Indonesia, yang membahas bahasa Indonesia sebagai media Diplomasi dalam membangun citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta.
            “Saat ini ada 45 Negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada,Vietnam dan banyak Negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Negara Australia, Andri Hadi menjaelaskan, di Negara Australia ada bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.
            Untuk kepentingan Diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing teentang bahasa Indonesia, menurut dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses darimana saja dan kapan saja.
            Disamping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan  Indonesia di sejumlah Negara sangat membantu dan penting. Negara-negara gencar membangun pusat kebudayaannnya, seperti di Negara China yang dalam 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan terkendala anggaran sumber daya manusia yang andal.
            Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang politik Kebahasaan di Indonesia untuk membangun insan Indonesia yang cerdas kompetitif di atas fondasi peradaban Bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insane yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional maupun global.
            Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia dan bahasa Asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya. Dendy Sugono melukiskan, kebetuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan dan bahasa daerah. Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan dan bahasa Asing.
Komentar
Ternyata tanpa kita sadari banyak Negara yang menggunakan atau mempelajari bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya di Negara Australia hampir semua Sekolah Dasar (SD) banyak murid-murid yang sudah belajar berbahasa Indonesia bahkan sudah lancar dalam menggunakan atau berbicara bahasa Indonesia.
Kita sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki rasa bangga, karena bahasa Negara kita sudah dikenal bahkan di pelajari oleh Negara-negara maju. Menjaga kelestarian budaya dan bahasa adalah kewajiban bagi setiap warga Negara.
Sumber : Harian Kompas


25 Oktober 2013
Setelah dianalisa
Sepak terjang Bahasa Indonesia di luar Negeri
Untuk tugas pertama di matakuliah bahasa Indonesia 1 ini saya akan membahas tentang bagaimana sepak terjang bahasa Indonesia di luar negeri, dan ternyata ada 45 Negara yang menggunakan bahasa Indonesia.
            Kini bahasa Indonesia sudah semakin maju perkembangannya di luar negeri, minat orang Asing untuk belajar bahasa Indonesia harus disambut positif, demi membangun pengertian dan memperbaiki citra Negara Indonesia.
            Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Departemen luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX bahasa Indonesia, yang membahas bahasa Indonesia sebagai media diplomasi dalam membangun citra Indonesia di dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta.
            “Saat ini ada 45 Negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada,Vietnam dan banyak Negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Negara Australia, Andri Hadi menjaelaskan, di Negara Australia ada bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.
            Untuk kepentingan diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing teentang bahasa Indonesia, menurut Dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses darimana saja dan kapan saja.
            Disamping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan  Indonesia di sejumlah Negara sangat membantu dan penting. Negara-negara gencar membangun pusat kebudayaannnya, seperti di Negara China yang dalam 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan terkendala anggaran sumber daya manusia yang andal.
            Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang politik kebahasaan di Indonesia untuk membangun insan Indonesia yang cerdas kompetitif di atas fondasi peradaban bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insan yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional maupun global.
            Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia dan bahasa Asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya. Dendy Sugono melukiskan, kebutuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan dan bahasa daerah. Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan dan bahasa Asing.
Komentar
Ternyata tanpa kita sadari banyak Negara yang menggunakan atau mempelajari bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya di Negara Australia hampir semua Sekolah Dasar (SD) banyak murid-murid yang sudah belajar berbahasa Indonesia bahkan sudah lancar dalam menggunakan atau berbicara bahasa Indonesia.
Kita sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki rasa bangga, karena bahasa Negara kita sudah dikenal bahkan di pelajari oleh Negara-negara maju. Menjaga kelestarian budaya dan bahasa adalah kewajiban bagi setiap warga Negara.

Sumber : Harian Kompas

Minggu, 06 Oktober 2013

Sepak terjang bahasa Indonesia di luar Negeri

01 Oktober 2013

Tugas 1, Bahasa Indonesia 1                    
Sepak terjang Bahasa Indonesia di luar Negeri

            Untuk tugas pertama di matakuliah bahasa Indonesia 1 ini saya akan membahas tentang Bagaimana sepak terjang bahasa Indonesia di luar Negeri, dan ternyata ada 45 Negara yang menggunakan bahasa Indonesia.
            Kini bahasa Indonesia sudah semakin maju perkembangannya di luar Negeri, minat orang Asing untuk belajar bahasa Indonesia harus disambut positif, demi membangun pengertian dan memperbaiki citra Negara Indonesia.
            Direktur Jendral Informasi dan Diplomasi Publik Departemen luar Negeri Andri Hadi mengemukakan hal itu ketika tampil pada pleno Kongres IX bahasa Indonesia, yang membahas bahasa Indonesia sebagai media Diplomasi dalam membangun citra Indonesia di Dunia Internasional, Rabu (29/10) di Jakarta.
            “Saat ini ada 45 Negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada,Vietnam dan banyak Negara lainnya,” katanya. Mengambil contoh Negara Australia, Andri Hadi menjaelaskan, di Negara Australia ada bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia.
            Untuk kepentingan Diplomasi dan menambah pengetahuan orang asing teentang bahasa Indonesia, menurut dirjen Informasi dan Diplomasi Deplu ini, modul-modul bahasa Indonesia di internet perlu diadakan, sehingga orang bisa mengakses darimana saja dan kapan saja.
            Disamping itu, keberadaan Pusat Kebudayaan  Indonesia di sejumlah Negara sangat membantu dan penting. Negara-negara gencar membangun pusat kebudayaannnya, seperti di Negara China yang dalam 2 tahun membangun lebih 100 pusat kebudayaan terkendala anggaran sumber daya manusia yang andal.
            Dalam sesi pleno sebelumnya, Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono yang berbicara tentang politik Kebahasaan di Indonesia untuk membangun insan Indonesia yang cerdas kompetitif di atas fondasi peradaban Bangsa, mengatakan, tuntutan dunia kerja masa depan memerlukan insane yang cerdas, kreatif/inovatif, dan berdaya saing, baik lokal, nasional maupun global.
            Untuk memenuhi keperluan itu, sangat diperlukan keseimbangan penguasaan bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia dan bahasa Asing untuk mereka yang berdaya saing global, tandasnya. Dendy Sugono melukiskan, kebetuhan insan Indonesia cerdas kompetitif itu, untuk lokal meliputi kecerdasan spiritual, keterampilan dan bahasa daerah. Untuk kebutuhan nasional meliputi kecerdasan emosional, kecakapan dan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk global dibutuhkan kecerdasan intelektual, keunggulan dan bahasa Asing.


(sumber:  Harian Kompas)


Komentar
Ternyata tanpa kita sadari banyak Negara yang menggunakan atau mempelajari bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya di Negara Australia hampir semua Sekolah Dasar (SD) banyak murid-murid yang sudah belajar berbahasa Indonesia bahkan sudah lancar dalam menggunakan atau berbicara bahasa Indonesia.

Kita sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki rasa bangga, karena bahasa Negara kita sudah dikenal bahkan di pelajari oleh Negara-negara maju. Menjaga kelestarian budaya dan bahasa adalah kewajiban bagi setiap warga Negara.

Minggu, 05 Mei 2013

prototyping dalam imk


Nama : Nanda Setiawan
Kelas : 2KB07
Npm : 25111098

Apa itu Prototyping?
Apa itu Prototyping?
Prototyping merupakan pelaksanaan analisa, perencanaan, dan fase implementasi secara bersamaan, dan berulang-ulang. Pengguna bisa melihat fungsionalitas sistem secara cepat dan menyediakan umpan balik. Selain itu, sebagai pengambil keputusan belajar tentang masalah. Tetapi bisa kehilangan kemajuan pada pengulangan.
Prototyping untuk pengembangan sistem pendukung keputusan yakni masalah semistruktur atau tidak terstruktur, bisa jadi manager dan pengembang tidak masalah secara lengkap. Keuntungan dari prototyping adalah waktu pengembangan pendek, reaksi waktu pengguna pendek, meningkatkan pemahaman dari pengguna, dan biaya murah. Contoh protyping yaitu Opening Vignette: InfoNet HR Portal System at Osram Sylvania.
Keunggulan prototyping adalah:
1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem
4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
Kelemahan prototyping adalah :
1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas
perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangja waktu lama.
2. penegmbang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa
pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa
program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .
3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik
Prototyping bekerja dengan baik pada penerapan-penerapan yang berciri sebagai berikut:
§  Resiko tinggi Yaitu untuk maslaha-masalah yang tidak terstruktur dengan baik, ada perubahan yang besar dari waktu ke waktu, dan adanya persyaratan data yang tidak menentu.
§  Interaksi pemakai penting.  Sistem harus menyediakan dialog on-line antara pelanggan dan komputer.
§  Perlunya penyelesaian yang cepat.
§  Perilaku pemakai yang sulit ditebak.
§  Sitem yang inovatif. Sistem tersebut membutuhkan cara penyelesaian masalah dan penggunaan perangkat keras yang mutakhir.
§  Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek.

Rapid Prototyping
 Rapid Prototyping (RP) dapat didefinisikan sebagai metode-metode yang digunakan untuk membuat model berskala (prototipe) dari mulai bagian suatu produk (part) ataupun rakitan produk (assembly) secara cepat dengan menggunakan data Computer Aided Design (CAD) tiga dimensi. Rapid Prototyping memungkinkan visualisasi suatu gambar tiga dimensi menjadi benda tiga dimensi asli yang mempunyai volume. Selain itu produk-produk rapid prototyping juga dapat digunakan untuk menguji suatu part tertentu. Metode RP pertama ditemukan pada tahun 1986 di California, USA yaitu dengan metode Stereolithography. Setelah penemuan metode tersebut berkembanglah berbagai metode lainnya yang memungkinkan pembuatan prototipe dapat dilakukan secara cepat.
Saat ini, pembuatan prototipe menjadi syarat tersendiri pada beberapa perusahaan dalam upaya penyempurnaan produknya. Beberapa alasan mengapa rapid prototyping sangat berguna dan diperlukan dalam dunia industri adalah:
§  Meningkatkan efektifitas komunikasi di lingkungan industri atau dengan konsumen.
§  Mengurangi kesalahan-kesalahan produksi yang mengakibatkan membengkaknya biaya produksi.
§  Mengurangi waktu pengembangan produk.
§  Meminimalisasi perubahan-perubahan mendasar.
§  Memperpanjang jangka pakai produk misalnya dengan menambahkan beberapa komponen fitur atau mengurangi fitur-fitur yang tidak diperlukan dalam desain.
Rapid Prototyping mengurangi waktu pengembangan produk dengan memberikan kesempatan-kesempatan untuk koreksi terlebih dahulu terhadap produk yang dibuat (prototipe). Dengan menganalisa prototipe, insinyur dapat mengkoreksi beberapa kesalahan atau ketidaksesuaian dalam desain ataupun memberikan sentuhan-sentuhan engineering dalam penyempurnaan produknya. Saat ini tren yang sedang berkembang dalam dunia industri adalah pengembangan variasi dari produk, peningkatan kompleksitas produk, produk umur pakai pendek, dan usaha penurunan biaya produksi dan waktu pengiriman. Rapid prototyping meningkatkan pengembangan produk dengan memungkinkannya komunikasi yang lebih efektif dalam lingkungan industri.

Dimensi Prototyping
1. Penyajian

  • Bagaimana desain dilukiskan atau diwakili ?
  • Dapat berupa uraian tekstual atau dapat visual dan diagram.

2. Lingkup

  • Apakah hanya interface atau apakah mencakup komponen komputerisasi ?

3. Executability (Dapat dijalankan)

  • Dapatkah prototype tersebut dijalankan ?
  • Jika dikodekan, akan ada priode saat prototype tidak dapat dijalankan.

4. Maturation (Pematangan)
Apakah tahapan – tahapan proudk ini mengikuti ?

  • Revolusioner : mengganti yang lama.
  • Evolusioner : terus melakukan perubahan pada perancangan yang sebelumnya.

Metode Pembuatan Prototyping
Ada beberapa pembuatan prototype yaitu :
1. Metode non – komputer (manual)

  • Tujuan
Ingin menyatakan gagasan desain dan mendapatkan dengan mudah dan cepat pendapat atas system.
  • Deskripsi Desain
Dapat berupa deskripsi tekstual dari suatu desain system. Kelemahan yang nyata adalah seberapa jauh dari system yang sebenarnya dan tidak dapat melakukan pekerjaan yang mewakili aspek dari interface.
  • Sketsa, Mock ups
    • Paper based “menggambarkan” interface
    • Baik untuk mengungkapkan pendapat
    • Difokuskan pada orang dengan desain tingkat tinggi
    • Tidak terlalu baik untuk menggambarkan alur dan rinciannya
    • Murah dan cepat
    • umpan balik sangat menolong
  • Storyboarding
    • Pensil dan simulasi catatan atau walkthrough dari kemampuan dan tampilan system
    • Menggunakan urutan diagram / gambar
    • Menunjukkan kunci snap shots
    • Cepat dan mudah
  • Skenario
    • Hipotesis atau imajinasi penggunaan
    • Biasanya menyertakan beberapa orang, peristiwa, lingkungan dan situasi
    • Menyediakan konteks operasi
    •  
    • Terkadang dalam format naratif, tetapi juga dapat berupa sketsa atau bahkan video
    •  
  • Utilitias skenario
    • Melibatkan dan menarik
    • Menginjinkan perancang untuk melihat masalah dari pandangan orang lain
    • Memudahkan umpan balik dan pendapat
    • Dapat sangat kreatif dan futuristic

Terminologi dalam Prototyping
Metode Komputer

Terminologi :
a. Prototype Horizontal 
Sangat luas, mengerjakan atau menunjukkan sebagian besar interface, tetapi ini dilakukan dengan cara sangat baik.

b. Prototype Vertikal 
Lebih sedikit aspek atau fitur dari interface yang disimulasikan, tetapi dilaksanakan dengan rincian yang sangat baik.

c. Low – fidelity prototyping (prototype dengan tingkat ketepatan yang rendah)

  • Digunakan di awal disain.
  • Biasanya digunakan dengan skenario, lebih terinci, dan dapat diputar ulang.
  • Kumpulan dari sketsa individual.
  • Menyajikan urutan inti cerita.
  • Menunjukkan bagaimana kemungkinan user dapt mengalami peningkatan melalui setiap aktifitas.

d. Mid – fidelity Prototyping (Prototype dengan tingkat ketepatan sedang)

  • Form skematik.
  • Navigasi dan fungsi yang disimulasikan →biasanya berbasis pada apa yang tampil pada layar atau simulasi layar.
  • Contoh tools yang digunakan : powerpoint, illustrator, dll.

e. High – fidelity prototyping (prototype dengan tingkat ketepatan yang tinggi)


  • Hi – fi prototype seperti system akhir.
  • Menggunakan bahan baku yang sama seperti produk akhir.
  • Tools umum yang digunakan : macromedia director, visual basic, flash, illustrator dll.
Metode Rapid Prototyping
Beberapa metode Rapid Prototyping yang berkembang saat ini adalah:
1.      Stereolithography (SLA)
2.      Selective Laser Sintering (SLS)
3.      Laminated Object Manufacturing (LOM)
4.      Fused Depsition Modelling (FDM)
5.      Solid Ground Curing (SGC)

Referensi :
http://archer.web.id/rekayasa-interface/rapid-prototyping/
http://hadimaryadi.wordpress.com/2010/09/21/pengenalan-rapid-prototyping/

evaluasi dalam imk


Nama : Nanda Setiawan
Kelas : 2KB07
Npm : 25111098

Evaluasi
Evaluasi adalah suatu tes atas tingkat penggunaan dan fungsionalitas system yang dilakukan di
dalam laboratorium, di lapangan, atau di dalam kolaborasi dengan pengguna. Yang dievaluasi
pada interaksi manusia dan komputer adalah desain dan implementasinya. Evaluasi sebaiknya
dilakukan dengan mempertimbangkan semua tahapan siklus hidup desain.

Evaluasi memiliki tiga tujuan utama, yaitu :
1. Melihat seberapa jauh system berfungsi
Mencakup kesesuaian penggunaan system terhadap harapan user pada tugas tersebut.
Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari user pada system, untuk melihat
keefektifan system dalam mendukung tugas.
2. Melihat efek interface bagi pengguna
Mencakup aspek dari kemudahan system dipelajari, daya guna dan perilaku user.
3. Mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system
Ketika penggunaan suatu konteks memberikan hasil yang tidak diinginkan, atau terjadi
kekacauan di antara user. Tujuan ini merupakan aspek negatif dari desain.

Evaluasi experiment
Merupakan metode klasik dengan pendekatan statistik. Faktor-faktor eksperimental seperti :
1.      Subjects : siapa merepresentasikan, ketercukupan contoh.
a. Pemilihan subjek
b.Harus setepat mungkin dengan keinginan user.
c.       Subjek yang dipilih harus sama usia dan tingkat pendidikannya sesuai dengan    kelompok user yang dimaksud
d.      Ukuran sample yang dipilih kebanyakan ditentukan dengan pertimbangan pragmatis, kehandalan user yang terbatas juga harus cukup besar untuk mewakili populasi yang diambil dalam eksperimen perancangan dan metode statistika yang dipilih.

2.      Variabel : Sesuatu untuk dimodifikasi dan ukuran
a. Variabel independen : Karakteristik suatu eksperimen manipulasi untuk menghasilkan kondisi yang berbeda sebagai perbandingan. Contoh : Jenis interface, level dari help, jumlah item menu dan perancangan ikon.
b.Variabel dependen : Variabel yang dapat diukur dalam eksperimen. Contoh variable independen adalah kecepatan dari pemilihan menu.

3.      Hipotesis : apa yang ingin ditunjukkan
a. Merupakan prediksi yang dihasilkan dalam eksperimen.
b.Masih menggunakan variable independen dan dependen akan menyebabkan perbedaan pada variable dependen.
c. Untuk menunjukkan bahwa perkiraan benar dengan menyangkal adanya hipotesis null yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam variable.
d.      Nilai hasil dapat dibandingkan dengan tingkat kepercayaan.
          
4.      Desain eksperimental : bagaimana cara melakukannya.
a. Between-Groups (Randomized)
§  Masing-masing subjek diberi kondisi yang berbeda
§  Keuntungan perancangan ini adalah setiap user menghasilkan satu kondisi
§  Kerugiannya adalah dengan semakin banyaknya jumlah subjek yang tersedia maka akan menyebabkan hasilnya berkurang dan perbedaan antar setiap individu akan membuat hasilnya menjadi bias.

b.      Within-Groups
1.      Setiap user akan menampilkan kondisi yang berbeda
2.      Jumlah user yang tersedi lebih sedikit.
3.      Pengaruh dari subjek lebih sedikit.

Variabel yang digunakan terbagi dalam :
1.      Variabel diskrit : Menggunakan jumlah yang terbatas dari suatu nilai atau tingkatan. Contoh, warna layar monitor, yakni merah, hijau atau biru.
Variabel kontinu : Menggunakan jumlah berapapun (batas atas maupun bawah). Contoh : Ketinggian seseorang atau waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Evaluasi empiris
Empiris, yaitu melihat apa dan bagaimana konsep dan framework pelaksanaan mitigasi bencana di provinsi dan kabupaten. Pendekatan empiris merupakan pendekatan yang dapat digunakan untuk memperoleh data lapangan dan memetakan strategi mitigasi bencana di beberapa tingkatan pemerintahan yang berlaku selama ini.

Pengumpulan Data
Pengumpulan data primer membutuhkan perancangan alat dan metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data penelitian:
a. Observasi
b. Wawancara
c. Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
d. Pengukuran Fisik
e. Percobaan Laboratorium
Semua metode mensyaratkan pencatatan yang detail, lengkap, teliti dan jelas
Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian dan kejelasan data, pencatatan data harus dilengkapi dengan:
• Nama pengumpul data
• Tanggal dan waktu pengumpulan data
• Lokasi pengumpulan data
• Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden

Responden: orang yang menjadi sumber data
Semua butir (item) yang ditanyakan dalam semua metode pengumpulan data haruslah sejalan dengan rumusan masalah dan/atau hipotesis penelitian
Karenanya diperlukan proses Dekomposisi variabel penelitian menjadi sub-variabel, dimensi dan butir penelitian merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan hati-hati
Proses dekomposisi ini juga memudahkan proses pengukuran dan pengumpulan data
Proses dekomposisi ini dikenal sebagai proses operasionalisasi variabel penelitian Variabel Dimensi Butir (Item) Pengukuran

 Referensi :
ssiregar.staff.gunadarma.ac.id

Penanganan Kesalahan dan Help Documentation


Nama : Nanda Setiawan
Kelas : 2KB07
Npm : 25111098

Penanganan Kesalahan dan help documentation
Jenis-jenis kesalahan
Tipe-tipe Kesalahan (Errors):
• Kesalahan Persepsi
• Kesalahan Kognitif
• Kesalahan Motor (Gerak)

Petunjuk pencegahan kesalahan
- Menghapus mode-mode atau menyediakan petunjuk yang terlihat
untuk mode-mode tersebut.
- Gunakan teknik koding yang baik (warna, gaya).
- Memaksimalkan pengenalan, mengurangi hafalan.
- Merancang urutan gerak atau perintah yang tidak sama.

Petunjuk memperbaiki kesalahan
- Menyediakan tipe-tipe tanggapan yang sesuai.
- Query: bertanya pada user apa yang sudah dilakukan, kemudian
melegalkan tindakan yang salah.
- Menyediakan fungsi “undo” dan pembatalan dari proses yang sedang
berjalan.
- Meminta konfirmasi untuk perintah yang drastis dan bersifat merusak.
- Menyediakan pengecekan yang beralasan pada masukan data.
- Mengembalikan kursor ke area kesalahan, memungkinkan untuk
melakukan perbaikan.
- Menyediakan beberapa kecerdasan buatan.
- Menyediakan akses cepat kepada bantuan untuk konteks-sensitif.

Jenis-jenis document dan alat bantu
- Tidak pernah suatu penggantian untuk desain tidak baik, tetapi
penting.
- Sistem sederhana _ user memanggil dan menggunakannya, berikan nama.
- Hampir sebagian sistem dengan banyak fitur membutuhkan
help/bantuan.

Jenis-jenis Bantuan:
- Tutorial
- Review/Referensi yang cepat
- Manual Referensi (Penjelasan lengkap)
- Bantuan untuk context-sensitive (spesifikasi tugas)
Ada sebagian pendapat menyatakan bahwa sistem yang interaktif
dijalankan tanpa membutuhkan bantuan atau training. Hal ini mungkin
ideal, akan tetapi jauh dari kenyataan. Pendekatan yang lebih
membantu adalah dengan mengasumsikan bahwa user akan
membutuhkan bantuan pada suatu waktu dan merancang bantuan
(help) ke dalam sistem.

Empat Jenis Bantuan Yang Dibutuhkan User:
Quick Reference
Digunakan sebagai pengingat untuk user dari suatu yang detail yang
secara dasar sangat familiar dan biasa digunakan.
Task-Spesifik Help
Digunakan untuk membantu user menghadapi masalah atau tidak
pasti mengambil tindakan dalam memecahkan masalah yang khusus.
Full Explanation
Suatu alat bantu atau perintah yang dapat membantu memahami
secara lengkap.
Tutorial
Khusus untuk user baru yang menyediakan perintah secara step by
step.

Referensi : febriani.staff.gunadarma.ac.id