Minggu, 01 Desember 2013

Tulisan 10, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 10, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 9, bahasa Indonesia1).
            
             Tetapi salah satu dari gadis tersebut merespon uluran tangan saya dengan megucapkan suatu kata, boleh ko mas. Nama saya Indah, nama situ siapa mas? Dengan rasa senang saya pun memperkenalkan nama saya. Nama saya Nanda…!! dan Indah un mencoba untuk memperkenalkan temannya kepada saya.
           
             Ohh iya mas kenalin juga temen saya namanya Dewi, dia emang agak pemalu mas tapi nanti kalo udah kenal lama juga asik ko, ujar Indah kepada saya. Saya pun memperkenalkan diri kepada Dewi sambil mengulurkan tangan kanan. Kemudian tak lama saya merasa seperti ada yang menepuk pundak saya dari belakang.

             Saya pun menoleh, ternyata teman saya yang dari kejauhan menghampiri saya sambil basa-basi, kenalin gue juga kali ke mereka. Saya pun sempat memberikan sindiran untuknya. Tadi lo bilang ga mau, malu lah inilah, banyak banget alesannya. Giliran udah begini aja ikutan. Dia hanya tersenyum dan mengatakan, itukan tadi sekarang udah ilang semua rasa yang tadi.

Mungkin hanya ini yang dapat saya ceritakan, selebihnya akan saya lanjutkan di lain waktu.  Jika ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat, mohon maaf dan harap di maklumi.
Dengan ini saya akhiri dan saya mengucapkan terima kasih, wassalamu’alaikum wr.wb

Tulisan 9, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 9, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 8, bahasa Indonesia1).
            
            Lalu kami berdua pun mengemudikan kendaraan yang kami gunakan mengarah ke gadis tersebut. Di awali dengan sapaan yang merayu kami berdua mulai mendekatinya. Awalnya kedua gadis tersebut tidak menghiraukan sapaan kami, biasa lah namanya juga kaum hawa. Mereka selalu menjaga image nya (kalo anak jaman sekarang bilang), padahal mah mereka secara tidak langsung juga ingin berkenalan.
           
            Tanpa malu-malu saya pun bergegas mendekati kedua gadis tersebut, awalnya ada rasa takut dan canggung untuk mendekatinya. Nanti takutnya dikira mau macem-macem atau sok kenal lagi. Dari kejauhan teman saya hanya tersenyum melihat gerak-gerik saya.
           
            Menambah rasa takut dan malu jika saya menoleh kebelakang dan melihat teman saya. Kalimat yang saya ucapkan pertama kali adalah, neng namanya siapa?, boleh kenalan engga?! (sambil menjulurkan tangan kanan) Lalu kedua gadis tersebut hanya tersenyum seperti meledek saya. Dan pada saat itu pun saya berfikiran, cuek banget nihh cewe terus pake senyum lagi bikin ngeDown aja.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 9, bahasa Indonesia 1


Wassalamu’alaikum. Wr.wb

Tulisan 8, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 8, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 7, bahasa Indonesia1).
            
             Setelah sampai di kota Karawang, tiba-tiba lelaki berumur tak jauh dari saya itu mengantuk dan menyebabkan goyangnya sepeda motor yang saya kemudikan. Untungnya tidak terjadi kecelekaan, motor yang saya kemudikan dapat saya kendalikan dengan baik.
            
             Tidak jauh dari tempat kejadian, ada sebuah surau lalu kami berdua beristirahat sejenak disana. Saya pun menyempatkan diri untuk menikmati bakso buatan kota karawang dan membiarkan dia memejamkan sejenak kedua bola matanya.
            
              Satu jam kemudian, kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Sesampainya di kota Indramayu kami menjumpai seorang gadis berparas manis, dilihat dari nomer seri kendaraan yang dipakainya sepertinya dia penduduk asli kota tersebut. Kebetulan pada saat itu kondisi jalan sangat padat sehingga kami para pemudik harus sabar dalam mengendarai kendaraan.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 9, bahasa Indonesia 1


Wassalamu’alaikum. Wr.wb

Selasa, 26 November 2013

Tulisan 7, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 7, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 6, bahasa Indonesia1).
           
             Dengan rasa semangat, gembira dan sedih saya tetap memaksakan diri, bahwa pagi hari ini saya harus bergegas berangkat menuju ke kampung halaman. Akhirnya laki-laki yang berusia tidak jauh dari saya itu pun bergegas membersihkan diri dan menata segala keperluannya dan keperluan kami selama perjalanan nanti.
           
             Sebelum menyalakan kendaran yang akan kami gunakan, kami pun tak lupa untuk meminta izin dan bersalaman kepada kedua orangtua. Layaknya orangtua, beliau berdua pun berpesan kepada kami untuk berhati-hati selama di perjalanan nanti, lalu kami berdua pun berseru dengan ucapan iya Insyaallah.
            
             Setelah itu kami langsung menuju kuda besi yang akan mengantarkan kami sampai ke tempat tujuan. Dengan laju kecepatan rendah, berkisar antara 40-50 km/jam kami menikmati perjalanan. Beberapa kilometer dari rumah terlihat di kiri kanan jalan, tampak begitu ramai pemudik lain. Terlihat mereka begitu antusias dan menikmati perjalanan mudik bersama sanak keluarganya.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 8, bahasa Indonesia 1


Wa’alaikumsalam. Wr.wb

Tulisan 6, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 6, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 5, bahasa Indonesia1).

Karena pada saat itu status saya masih seorang buruh pabrik, saya mendapatkan libur hari raya lebaran selama sepuluh hari. Satu minggu sebelum hari raya, saya sudah berkemas dan mempersiapkan diri untuk mudik lebaran yang tiga hari sebelumnya saya harus mengetahui dan mencari informasi tentang keberadaan tanaman dan obat tradisional yang saya butuhkan demi kesembuhan beliau.

Dengan rasa gembira bercampur sedih saya melangkahkan kaki menuju kendaraan yang akan digunakan untuk mudik. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mudik kali ini pun saya tidak sendirian, saya ditemani oleh salah satu karyawan yang bekerja pada perusahaan milik beliau.

Mungkin memang menjadi suatu pertanda bahwa akan terjadi hal buruk pada hari itu. Karyawan beliau yang saya ajak untuk menemani perjalanan mudik kali ini dia mengalami rasa kantuk yang begitu berat yang dikarenakan begadang untuk melihat acara televisi favoritnya, dan dia beralasan untuk membatalkan mudik hari ini.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 7, bahasa Indonesia 1


Wa’alaikumsalam. Wr.wb

Tulisan 5, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 5, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Untuk tulisan kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman yang berbeda dari tulisan saya yang sebelumnya.
Mudik Lebaran
Tahun 2010, tepatnya pada waktu itu satu minggu sebelum hari raya idul fitri. Sudah menjadi tradisi apabila akan datangnya hari kemenangan di bulan ramadhan umat muslim yang ada di Indonesia, khususnya untuk para perantau mempersiapkan diri untuk pulang kampung setiap tahunnya atau yang lebih sering kita kenal dengan mudik lebaran.
            
            Mereka mempersiapkan diri dan berkemas untuk menemui sanak keluarganya di desa, ada yang menggunakan motor, mobil pribadi ataupun transportasi yang disediakan oleh perusahaan pelayanan jasa lainnya.
            
            Begitu pula dengan saya pribadi, saya pun ikut merayakan hari kemenangan tersebut walaupun semua keluarga saya berada di Jakarta. selain bertujuan untuk merayakan hari besar umat muslim sedunia bersama Kakek, Nenek dan keluarga besar lainnya. Saya berniat untuk mencari obat tradisional untuk orang tua laki-laki (Ayah), beliau merasakan nyeri pada pinggang bagian belakang yang sudah dirasakannya 2 bulan sebelum bulan ramadhan tiba.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 6, bahasa Indonesia 1


Wa’alaikumsalam. Wr.wb

Minggu, 24 November 2013

Tulisan 4, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 4, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 3, bahasa Indonesia1)
            
            Walaupun begitu, saya merasa senang dan selalu bersyukur karena saya mendapatkan pengalaman dan dunia baru dimana tidak semua orang bisa merasakan pengalaman dan dunia baru yang saya rasakan saat ini. Banyak orang diluar sana yang ingin merasakannya tetapi terhalang oleh masalah ekonomi yang dihadapinya.
            Awalnya memang terasa sangat berat untuk menjalaninya, dari dunia buruh dan harus kembali ke dunia pelajar. Tetapi saya selalu berusaha dan berjuang demi dan untuk masa depan yang lebih baik. Di sisi lain juga untuk membahagiakan dan mewujudkan impian kedua orangtua agar seluruh anaknya bisa terus sekolah hingga tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka.
            Beliaulah yang selama ini selalu menjadi acuan semangat dalam hidup saya, semangatnya dalam mencari nafkah demi keluarga selalu terlintas di dalam benak fikiran dan menghilangkan rasa malas dan rasa terbebani dalam menjalani semua ini.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :

Tulisan 5, bahasa Indonesia 1

Wasalamu'alaikum wr.wb