Senin, 10 Maret 2014

Tulisan 3, Bahasa Indonesia 2

Tulisan 3, Bahasa Indonesia 2

Assalamu’alaikum wr.wb.

            Ada sebuah rancangan alat, alat ini saya rancang dengan konsep dan pemikiran saya sendiri tanpa harus memperbaharui alat yang sudah dibuat oleh kakak kelas pendahulu saya. Kebanyakan teman saya membuat alat yang sudah ada, lebih tepatnya sih menurut saya bukan membuat tapi memperbaharui. Itu karena gengsi mereka yang terlalu besar sehingga mereka menyebutnya membuat.
            Alat ini saya buat untuk bisa di pakai oleh umum, alat yang ingin saya buat ini sebenarnya tidak begitu asing dimata kita, karena alat ini biasanya digunakan di toilet restaurant maupun kamar mandi hotel. Alat tersebut adalah Hand Dryer (Pengering tangan).
            Bukan saya tidak kratif karena membajak hasil karya orang, saya hanya ingin membuat alat tersebut terlihat lebih fleksibel dan tidak terlalu makan tempat karena ukurannya yang lumayan besar ataupun konsumsi listrik yang berlebihan.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :

Tulisan 4, bahasa Indonesia 2


Wassalamu’alaikum. Wr.wb

Tulisan 2, Bahasa Indonesia 2

Tulisan 2, Bahasa Indonesia 2

Assalamu’alaikum wr.wb.
            Akan tetapi saya mempunyai niatan untuk menganalisa sebuah jaringan komputer untuk Penulisan Ilmiah nanti, saya ragu jika konsep yang saya ajukan kepada DP (Dosen Pembimbing P.I)  nanti tidak di terima oleh beliau. Saya takut proposal yang saya ajukan tidak di ACC.
            Saya sudah sering bertanya kesana-kemari untuk meneguhkan pilihan saya, apa yang akan saya buat untuk tugas terberat nanti. Ada yang bilang itu tergantung dosen pembimbingnya. Jika dosen tersebut menginginkan konsep yang kita buat itu adalah konsep beliau, apa boleh buat kita harus mengikuti kemauan beliau. Begitulah perkataan yang terlontar dari banyak orang yang saya tanya.
            Saya pribadi hanya bisa pasrah dan berdo’a agar pada saat penulisan dan pembuatan alat nanti diberi kemudahan dan mendapatkan dosen pembimbing seperti yang saya idamkan. Agar tidak menyulitkan saya nantinya.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :

Tulisan 3, bahasa Indonesia 2


Wassalamu’alaikum. Wr.wb

Tulisan 1, Bahasa Indonesia 2

Tulisan 1, Bahasa Indonesia 2

Assalamu’alaikum wr.wb.

            Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, tahun ini kuliah saya sudah memasuki semester 6. Pada semester genap ini diharuskan untuk para mahasiswa khususnya Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Gunadarma membuat tugas akhir atau yang lebih sering disebut dengan Penulisan Ilmiah.
            Untuk jurusan yang saya pilih (Sistem Komputer) di haruskan membuat alat untuk menyelesaikan tugas akhir atau Penulisan Ilmiah tersebut, tetapi ada juga dari beberapa mahasiswa jurusan ini membuat analisa jaringan komputer.
            Mereka menganalisis suatu jaringan komputer, contohnya seperti jaringan samba (Samba Network). Penulisan Ilmiah akan dimulai pada minggu ke-2 setelah minggu perkenalan. Sampai tulisan ini dibuat pun saya belum terfikirkan ingin membuat rancangan atau analisa apa untuk Penulisan Ilmiah nanti.
Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :

Tulisan 2, bahasa Indonesia 2


Wassalamu’alaikum. Wr.wb

Minggu, 01 Desember 2013

Tulisan 10, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 10, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 9, bahasa Indonesia1).
            
             Tetapi salah satu dari gadis tersebut merespon uluran tangan saya dengan megucapkan suatu kata, boleh ko mas. Nama saya Indah, nama situ siapa mas? Dengan rasa senang saya pun memperkenalkan nama saya. Nama saya Nanda…!! dan Indah un mencoba untuk memperkenalkan temannya kepada saya.
           
             Ohh iya mas kenalin juga temen saya namanya Dewi, dia emang agak pemalu mas tapi nanti kalo udah kenal lama juga asik ko, ujar Indah kepada saya. Saya pun memperkenalkan diri kepada Dewi sambil mengulurkan tangan kanan. Kemudian tak lama saya merasa seperti ada yang menepuk pundak saya dari belakang.

             Saya pun menoleh, ternyata teman saya yang dari kejauhan menghampiri saya sambil basa-basi, kenalin gue juga kali ke mereka. Saya pun sempat memberikan sindiran untuknya. Tadi lo bilang ga mau, malu lah inilah, banyak banget alesannya. Giliran udah begini aja ikutan. Dia hanya tersenyum dan mengatakan, itukan tadi sekarang udah ilang semua rasa yang tadi.

Mungkin hanya ini yang dapat saya ceritakan, selebihnya akan saya lanjutkan di lain waktu.  Jika ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat, mohon maaf dan harap di maklumi.
Dengan ini saya akhiri dan saya mengucapkan terima kasih, wassalamu’alaikum wr.wb

Tulisan 9, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 9, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 8, bahasa Indonesia1).
            
            Lalu kami berdua pun mengemudikan kendaraan yang kami gunakan mengarah ke gadis tersebut. Di awali dengan sapaan yang merayu kami berdua mulai mendekatinya. Awalnya kedua gadis tersebut tidak menghiraukan sapaan kami, biasa lah namanya juga kaum hawa. Mereka selalu menjaga image nya (kalo anak jaman sekarang bilang), padahal mah mereka secara tidak langsung juga ingin berkenalan.
           
            Tanpa malu-malu saya pun bergegas mendekati kedua gadis tersebut, awalnya ada rasa takut dan canggung untuk mendekatinya. Nanti takutnya dikira mau macem-macem atau sok kenal lagi. Dari kejauhan teman saya hanya tersenyum melihat gerak-gerik saya.
           
            Menambah rasa takut dan malu jika saya menoleh kebelakang dan melihat teman saya. Kalimat yang saya ucapkan pertama kali adalah, neng namanya siapa?, boleh kenalan engga?! (sambil menjulurkan tangan kanan) Lalu kedua gadis tersebut hanya tersenyum seperti meledek saya. Dan pada saat itu pun saya berfikiran, cuek banget nihh cewe terus pake senyum lagi bikin ngeDown aja.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 9, bahasa Indonesia 1


Wassalamu’alaikum. Wr.wb

Tulisan 8, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 8, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 7, bahasa Indonesia1).
            
             Setelah sampai di kota Karawang, tiba-tiba lelaki berumur tak jauh dari saya itu mengantuk dan menyebabkan goyangnya sepeda motor yang saya kemudikan. Untungnya tidak terjadi kecelekaan, motor yang saya kemudikan dapat saya kendalikan dengan baik.
            
             Tidak jauh dari tempat kejadian, ada sebuah surau lalu kami berdua beristirahat sejenak disana. Saya pun menyempatkan diri untuk menikmati bakso buatan kota karawang dan membiarkan dia memejamkan sejenak kedua bola matanya.
            
              Satu jam kemudian, kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Sesampainya di kota Indramayu kami menjumpai seorang gadis berparas manis, dilihat dari nomer seri kendaraan yang dipakainya sepertinya dia penduduk asli kota tersebut. Kebetulan pada saat itu kondisi jalan sangat padat sehingga kami para pemudik harus sabar dalam mengendarai kendaraan.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 9, bahasa Indonesia 1


Wassalamu’alaikum. Wr.wb

Selasa, 26 November 2013

Tulisan 7, Bahasa Indonesia 1

Tulisan 7, Bahasa Indonesia 1

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya akan melanjutkan potongan cerita sebelumnya (tulisan 6, bahasa Indonesia1).
           
             Dengan rasa semangat, gembira dan sedih saya tetap memaksakan diri, bahwa pagi hari ini saya harus bergegas berangkat menuju ke kampung halaman. Akhirnya laki-laki yang berusia tidak jauh dari saya itu pun bergegas membersihkan diri dan menata segala keperluannya dan keperluan kami selama perjalanan nanti.
           
             Sebelum menyalakan kendaran yang akan kami gunakan, kami pun tak lupa untuk meminta izin dan bersalaman kepada kedua orangtua. Layaknya orangtua, beliau berdua pun berpesan kepada kami untuk berhati-hati selama di perjalanan nanti, lalu kami berdua pun berseru dengan ucapan iya Insyaallah.
            
             Setelah itu kami langsung menuju kuda besi yang akan mengantarkan kami sampai ke tempat tujuan. Dengan laju kecepatan rendah, berkisar antara 40-50 km/jam kami menikmati perjalanan. Beberapa kilometer dari rumah terlihat di kiri kanan jalan, tampak begitu ramai pemudik lain. Terlihat mereka begitu antusias dan menikmati perjalanan mudik bersama sanak keluarganya.

Untuk cerita selanjutnya, saya akan membagikan pada tulisan berikutnya, yaitu :
Tulisan 8, bahasa Indonesia 1


Wa’alaikumsalam. Wr.wb